MENU

Guru Seni Di Singapura ini Juga Suka Seni Budaya Kita Loh..

Guru Seni Di Singapura ini Juga Suka Seni Budaya Kita Loh..

Masih ingat dengan salah seorang Guru Seni dari St Gabrielis Secondary School Singapura,waktu itu beliau bertandang ke SMP N 5 Purwokerto tepatnya tanggal 23 September 2016 lalu ?.Beliau adalah Mr.Mazlan Muhammad,sudah ingat kan!

 

Dalam kunjungan pertamanya ke SMP N 5 Purwokerto  Mazlan berbagi materi pembelajaran kesenian  dan budaya di sekolah .meski disiplin ilmunya adalah seni rupa yang di dapat dari Australia.Disingapura dia mengajar kan seni karawitan,seni thek thek Bali Bahkan menguasai tarian Bali.Dalam kesempatan itu Mazlan bahkan ikut mengajarkan seni karawitan kepada siswa siswa SMP N 5 Purwokerto.

  

Sepertinya Guru Seni dari Singapura ini Ketagihan akan Seni dan Budaya Indonesia yah .Buktinya dalam liburannya Tepatnya pada 15 Maret 2017  Mazlan Datang kembali ke SMP N 5 Purwokerto . Dalam Kunjungannya yang kedua kalinya ini bukan hanya seni karawitan saja yang Mazlan kupas habis Tapi lebih ke pada seni Rupa tepatnya seni lukis.Tidak selang berapa lama hadir Mazlan Langsung Medemonstrasikan deangan Melukis Beraliran ABSTRAK berjudul LINGKARAN AIR dihadapan siswa yang didampingin Kepala Sekolah SMP N 5 Purwokerto Ibnu Tavip Martapa Serta Guru seni SMP N 5 Purwokerto Cipto Pratomo.

Dalam kesempatan kali ini Mazlan juga berkesempatan berbincang bincang dengan Guru guru perwakilan pengurus MGMP Seni Budaya Sekabupaten Banyumas.mereka tapak serius sekali berbincang merencanakan sesuatu tentunya menyangkut kelestarian seni budaya kita.apa ya kira kira rencana mereka yah ? kita tunggu saja  semoga bisa memajukan dan melestarika seni budaya Nasional khususnya Kabupaten Banyumas.

Wah kita harus Bangga Sebab Kesenian Dan Budaya  asli Indonesia Khususnya Banyumas ini di pelajari oleh warga negara Asing seperti Mr. Mazlan ini.Dan sebagai generasi muda mazlan sadar bahwa pentingnya kita menjaga kelestarian seni budaya kita ini yang merupakan karya adiluhung warisan leluhur ini jangan sampai punah di tanah sendiri.

 

KOMENTAR