MENU

Generasi Muda Diajak Perangi Hoax

Generasi Muda Diajak Perangi Hoax

MARAKNYA konten palsu di jejaring media sosial, membuat kalangan pendidikan makin gerah. Mereka khawatir generasi milenial terpengaruh kabar yang tidak jelas kebenarannya sangat mudah diakses oleh para siswa. Oleh karena itu, pelajar SMP 5 Purwokerto membuat pameran poster yang mengajak untuk ikut memerangi konten palsu atau yang populer dengan sebuatan hoax dengan cara unik.

Sedikitnya, para siswa memamerkan 63 buah poster berbahasa Banyumas dan Indonesia. Lobi Aula sekolah pun disulap menjadi ruang pamer mini yang bisa disaksikan pelajar dan guru. Guru Seni Rupa SMP 5 Purwokerto, Cipto Pratomo, mengemukakan, pameran ini dimulai pada 26 Januari dan berakhir 2 Maret 2017 memajang karya siswa kelas VII dan VIII yang aktif dalam ekstrakurikuler seni rupa.

Sebelum dipamerkan, poster-poster ini diseleksi oleh guru dan pelajar lain. ”Sebelum dipamerkan tetap diseleksi,” katanya. Cipto menuturkan, sesuai misinya, setiap poster berisi tentang sosialisasi bahayanya konten palsu yan

g sengaja dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Media yang digunakan terdiri dari kertas HVS dengan pewarna spidol dan crayon. Beberapa kalimat poster yang berbahasa banyumas ini juga cukup menarik. Seperti ‘’Hoax Gawe Susah’’, ‘’Aja Tiru Nggaweni Hoax’’, ‘’Hoax Kuwe Gawe Sulaya’’

Dampak Buruk

Kepala SMP 5 Purwokerto, Ibnu Tavip Martapa mengatakan, pameran ini diharapkan dapat mengurangi dampak buruk penyebaran konten palsu, sekaligus melestarikan Bahasa Banyumasan. Di sisi lain, para siswa juga mendapatkan ruang kreatif bidang seni rupa.

”Kami ingin mengajak anak muda menyaring informasi di dunia maya. Mengingat mereka adalah pengguna internet aktif terbesar. Peran orang tua, juga sangat dibutuhkan untuk mendampingi pelajar saat mengakses media sosial,” kata dia. Ibnu menambahkan, poster garapan siswa tersebut sangat menarik untuk diapresiasi.

Dia berharap, konten poster ini mudah dicerna sehingga generasi muda tidak ada yang mengikuti jejak untuk membuat konten palsu atau berita bohong. ”Harapannya dengan pameran poster anti hoax kali ini bahaya buruk konten negatif bisa terkurangi,” ujarnya. 

KOMENTAR